Thursday, December 22, 2011

Data Ekonomi Agregatif (Makro Ekonomi)

Kegiatan dalam perekonomian (circular flow)

§ Secara simple kegiatan perekonomian dapat digambarkan dengan sebuah aliran serkuler (circular flow). Gambar dibawah ini menunjukkan aliran antara perusahaan (firms) dan rumahtangga (household) dalam suatu perekonomian yang memproduksi satu barang (roti/bread) dari satu input (tenaga kerja/labor).

§ Lingkaran dalam menunjukkan aliran tenaga kerja dan roti : rumahtangga menjual tenaga kerja mereka ke perusahaan dan perusahaan menjual roti yang mereka produksi ke rumahtangga.

§ Lingkatan luar menunjukkan aliran uang yang saling berhubungan : rumahtangga mengeluarkan sejumlah uang ke perusahaan untuk membeli roti dan perusahaan membayarkan upah gaji ke rumahtangga untuk jasa tenaga kerja mereka.

§ Dalam perekonomian ini, GDP adalah pengeluaran total atas roti dan pendapatan total dari produksi roti.

Gambar : Circular Flow

Produk Domestik Bruto (GDP) dan Pendekatan GDP di Indonesia

Produk Domestik Bruto (gross domestic product, GDP) menyatakan pendapatan total dan pengeluaran total nasional atas output barang dan jasa. GDP masih dianggap sebagai ukuran terbaik dari kenerja perekonomian suatu bangsa.

Di indonesia, dikenal 3 pendekatan penyusunan GDP, yaitu dengan :

1. Pendekatan Produksi (production approach), GDP dihitung sebagai jumlah nilai tambah atas barang dan jasa yang dihasilkan dari berbagai sektor perekonomian yang beroperasi di wilayah Indoensia dalam jangka waktu satu tahun. Sektor perekonomian tersebut dikelompokkan dalam 9 kelompok sektor atau lapangan usaha, yaitu :

1. Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan

2. Pertambangan dan penggalian

3. Industri pengolahan

4. Listrik, gas dan air bersih

5. Konstruksi

6. Perdagangan, hotel dan restoran

7. Pengangkutan dan komunikasi

8. Keuangan, real estat dan jasa perusahaan

9. Jasa-jasa

GDP dengan pola pendekatan ini menghasilkan GDP sektoral karena didalamnya merinci GDP yang dihasilkan oleh 9 sektor perekonomian dan di dalam tiap sektor dapat dirinci menjadi beberapa subsektor.

2. Pendekatan Penggunaan atau pendekatan pengeluaran (expenditure approach), dalam GDP ini secara agregat terdapat 5 komponen yang dihitung yaitu :

1. Pengeluaran konsumsi rumahtangga

2. Pengeluaran konsumsi pemerintah

3. Pembentukan modal tetap bruto

4. Perubahan stok, dan

5. Export netto (ekspor dikurangi impor)

GDP dengan pola pendekatan penggunaan harus sama dengan GDP dengan pendekatan produksi.

3. Pendekatan Pendapatan (income approach), dalam pendekatan ini GDP dihitung sebagai jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor produksi. Balas jasa tersebut berupa :

1. Upah dan gaji à balas jasa tenaga kerja

2. Sewa tanah à balas jasa tanah

3. Bunga modal (interest) à balas jasa modal

4. Keuntungan à balas jasa keterampilan.

Dalam penghitungan, semua balas jasa tersebut belum dipotong pajak penghasilan (income tax) dan pajak langsung lainnya (other direct taxes) sehingga masih mengandung nilai penyusutan (depresiasi) dan pajak tidak langsung netto dikurangi subsidi (net indirect taxes)

GDP Riil versus GDP Nominal

GDP riil adalah pengukur kemakmuran ekonomi suatu bangsa yang menghitung output barang dan jasa yang diproduksi selama setahun tanpa dipengaruhi oleh perubahan harga pada tahun tersebut. Artinya nilai barang dan jasanya diukur dengan menggunakan harga konstan pada tahun tertentu (tahun dasar), jadi perubahan GDP tiap tahunnya menggambarkan perubahan volume output barang dan jasa tanpa diperngaruhi oleh harga pada tahun tersebut. Untuk penghitungan GDP tahun 2011 ini, Indonesia menggunakan harga konstan tahun 2007.

Rumusannya adalah sbb : GDP rill tahun y = Jumlah barang tahun y x Harga tahun dasar

GDP nominal adalah GDP yang menghitung output barang dan jasa yang diproduksi selama satu tahun dengan mengakomodir perubahan harga pada tahun tersebut. Artinya setiap nilai barang dan jasa pada tahun tersebut juga dipengaruhi oleh harga yang ada pada tahun tersebut.

Rumusannya adalah sbb : GDP nominal tahun y = Jumlah barang tahun y x Harga tahun y

Deflator GDP

Deflator GDP disebut juga deflator harga implisit untuk GDP, didefinisikan sebagai rasio GDP nominal terhadap GDP riil. Deflator GDP mencerminkan apa yang sedang terjadi pada seluruh tingkat harga dalam perekkonomian.

Rumusannya adalah : Deflator GDP = GDP nominal

GDP Riil

Indeks Harga Konsumen (consumen price index, CPI)

Pada dasarnya CPI mengubah harga berbagai barang dan jasa menjadi sebuah indeks tunggal yang mengukur seluruh tingkat harga. Di Indonesia IHK dihitung dengan menggunakan formula Modified Laspeyres oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan rumusan sbb :

Membedakan CPI dan deflator PDB

Pada dasarnya alat ukur perekonomian berupa CPI dan deflator PDB dapat menyampaikan informasi yang sama tentang seberapa cepat harga meningkat (tingkat inflasi). Akan tetapi terdapat perbedaan antara keduanya, terlihat dalam tabel berikut ini :

Materi Pembeda

Indeks Harga Konsumen (CPI)

Deflator GDP

(1)

(2)

(3)

1. Mengukur harga barang dan jasa

Yang dibeli konsumen

Yang diproduksi di dalam negeri (secara domestik)

2. Cakupan barang dan jasa

Yang diproduksi secara domestik maupun barang dan jasa impor

Yang diproduksi secara domestik saja, tidak termasuk yang diimpor

3. Rumusan pengukuran

Dihitung dengan menggunakan kelompok barang-jasa yang tetap (sama)

Menghitung kelompok barang-jasa yang kemungkinan berubah bila komposisi GDPnya berubah


Sumber : Chapter 2, Makroekonomi edisi 6, N. Gregory Mankiw

Pengertian Ekonomi Makro dan Pendapatan Nasional


Apa yang dipelajari para ekonom Makro?
Para ekonom Makro mempelajari ilmu Makroekonomi, yaitu suatu studi tentang perekonomian suatu bangsa secara menyeluruh, sehingga dapat menjawab tantangan dan menjelaskan pertanyaan yang muncul mengenai mengapa sebagian negara mengalami pertumbuhan yang cepat sedangkan negara lain justru terpuruk dalam kemiskinan, atau mengapa sebagian negara didera tingkat inflasi yang tinggi sedang negara lain bisa mempertahankan kestabilan harga. Ilmu makroekonomi berguna untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa ekonomi maupun untuk merumuskan kebijakan ekonomi.
Bagaimana Ekonom berpikir?
Merumuskan suatu peristiwa ekonomi dengan pattern : terminologi à data à cara perpikir. Atau lebih jelasnya adalah dengan menggunakan teori sebagai pembangun model. Model adalah teori yang disederhanakan yang menunjukkan hubungan penting di antara variabel-variabel ekonomi yaitu variabel eksogen (variabel yang berasal dari luar model) dan variabel endogen (variabel yang akan dijelaskan oleh model). Sebuah model menunjukkan bagaimana perubahan dalam variabel eksogen mempengaruhi variabel endogen.
Dalam ekonomika, model yang dimaksud ada 2 macam, dengan fungsi matematis (persamaan) dan gambar.

Ad.1. Fungsi matematis (persamaan)
Jumlah pizza yang diinginkan konsumen (Qd) bergantung pada harga pizza (P) dan pendapatan agregat (Y), persamaan fungsi permintaannya (D) adalah sbb: Qd = D(P,Y)
Sedangkan pizza yang ditawarkan oleh penjual (Qs) bergantung pada harga pizza (P) dan harga bahan pembuat pizza seperti terigu, keju, tomat, daging (Pm). Fungsi penawarannya (S) adalah sbb : Qs = S(P,Pm)
Kesimpulan para ekonomi adalah harga (P) memberikan keseimbangan pada fungsi penawaran dan fungsi permintaan : Qd = Qs
Ad.2. Gambar Model
Pemikiran Mikroekonomi dan model2 makroekonomi.
Teori makroekonmi berdiri diatas pondasi mikroekonomi, karena variabel-variabel agregatnya merupakan jumlah dari variabel-variabel yang menggambarkan banyak keputusan individu. Misalnya untuk memahami apa yang menentukan pengeluaran konsumsi total, kita harus berpikir seperti keluarga yang membelanjakan uangnya untuk keperluan hari ini dan berapa yang akan diinvestasikan besok.
Pendapatan Nasional
Untuk mengukur kinerja perekonomian suatu bangsa, GDP masih dianggap sebagai ukuran terbaik. Produk Domestik Bruto (gross domestic product, GDP) menyatakan pendapatan total dan pengeluaran total nasional atas output barang dan jasa.
Pendapatan Nasional (national income, NI) adalah semua nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara, pengertiannya mewakili arti dari GDP itu sendiri.
Pendapatan Nasional membagi GDP dalam empat komponen pengeluaran yang penting yaitu :
  1. · Konsumsi (C)
  2. · Investasi (I)
  3. · Pembelanjaan Pemerintah (G)
  4. · Export Netto (NX)
Jadi dengan menggunakan simbol Y untuk GDP, persamaannya menjadi : Y = C + I + G + NX
Ukuran-ukuran pendapatan yang lain
Produk Nasional Bruto (gross national product, GNP), mengukur total pendapatan yang diperoleh negara (penduduk suatu negara/warga negara).
GNP = GDP + Pembayaran faktor dari mancanegara – Pembayaran faktor ke mancanegara
Produk Nasional Netto (net national product, NNP) diperoleh jika GNP dikurangi depresiasi. Dalam pos pendapatan nasional, depresiasi disebut sebagai konsumsi modal tetal.
NNP = GNP – Depresiasi
Ketika kita mengurangi pajak usaha tidak langsung dari NNP maka kita akan mendapatkan ukuran yang disebut sebagai pendapatan nasional :
Pendapatan Nasional = NNP – pajak usaha tidak langsung
Pendapatan nasional mengukur berapa banyak pendapatan yang diperoleh setiap orang dalam perekonomian tersebut.

Sumber : Chapter 1, Makroekonomi edisi 6, N. Gregory Mankiw

Wednesday, November 10, 2010

National Heroic Day


Today, November 1oth 2010. We are Indonesian people celebrating the National Heroic Day...
Remembering our late warrior fight for our freedom and dream to be an independent nation. Here, in Surabaya the first blood took place, November 10th 1945.

Bung Tomo, was the first leader that can inspire and encourage youth of Surabaya to fight against Nederlands troop that hiding behind the Ally. They do not show fear or discouragement against Dutch troops which their complete and modern armed forces at that time.

The youth and the patriot were just brought "bambu runcing" and only few Japanese loot weapons. And what do you thing could happen by then??
They burned the whole city of Surabaya into big battle field and won by big surprise to the Ally troops.

Proverb says, that even a small ant can drop giant elephant. Even though required thousands of ants but still they can beat a giant elephant that thousand times bigger then they were.
This kind of spirit that we should appreciate from our founding fathers. Unity, so we can do anything, even an impossible thing...

Happy Heroic Day.... to Bagus and Daniyal my loving boys...

I'm back again...

The main purpose of the idea of this blog was try to learn something specially to improve my poor english. But it wasn't work properly. Because of my less time and less willing I think.
And now, I'm trying to do what my friend said my broken dream.. hehehey..

Well, here I'm back again...
:))

Tuesday, May 11, 2010

Sudahkan anda di Sensus...



Indonesia kini sedang mempersiapkan sensus penduduk modern yang keenam yang akan diselenggarakan pada tahun 2010. Sensus-sensus penduduk sebelumnya diselenggarakan pada tahun-tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan 2000.

Menurut Sensus Penduduk 2000, penduduk Indonesia berjumlah sekitar 205.1 juta jiwa, menempatkan Indonesia sebagai negara ke-empat terbesar setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Sekitar 121 juta atau 60.1 persen di antaranya tinggal di pulau Jawa, pulau yang paling padat penduduknya dengan tingkat kepadatan 103 jiwa per kilometer per segi. Penduduk Indonesia tahun 2010 diperkirakan sekitar 234.2 juta.

Dalam Sensus Penduduk 2010 (SP2010) yang akan datang diperkirakan akan dicacah penduduk yang bertempat tinggal di sekitar 65 juta rumahtangga. Untuk keperluan pencacahan ini akan dipekerjakan sekitar 600 ribu pencacah yang diharapkan berasal dari wilayah setempat sehingga mengenali wilayah kerjanya secara baik. Pencacah dilatih secara intensif selama tiga hari sebelum diterjunkan ke lapangan.

Dalam SP2010 akan diajukan sekitar 40 pertanyaan mengenai: kondisi dan fasilitas perumahan dan bangunan tempat tinggal, karakteristik rumahtangga dan keterangan individu anggota rumahtangga. Format dan isi daftar pertanyaan atau Kuesioner SP2010 disusun dengan mempertimbangkan rekomendasi PBB yang relevan serta dapat diterapkan di lapangan.

Puncak kegiatan SP2010 berupa kegiatan pencacahan penduduk di semua wilayah geografis Indonesia secara serempak selama bulan Mei 2010 (Bulan Sensus). Pada 31 Mei 2010 akan dilakukan pembaharuan hasil pencacahan secara serempak dengan mencatat kejadian kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk yang terjadi selama Bulan Sensus dan menyisir serta mencatat penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap (homeless). Tanggal 31 Mei 2010 merupakan Hari Sensus artinya data SP2010 yang dihasilkan merujuk pada hari sensus tersebut.

Data SP2010 diharapkan dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang antara lain mencakup:

  1. memperbaharui data dasar kependudukan sampai ke wilayah unit administrasi terkecil (desa)
  2. mengevaluasi kinerja pencapaian sasaran pembangunan milenium (Milenium Development Goal, MDGs),
  3. menyiapkan basis pengembangan statistik wilayah kecil,
  4. menyiapkan data dasar untuk keperluan proyeksi penduduk setelah tahun 2010,
  5. mengembangkan kerangka sampel untuk keperluan survei-survei selama kurun 2010-2020,
  6. basis pembangunan registrasi penduduk dan pengembangan sistem administrasi kependudukan

Monday, September 15, 2008

Doa di Bulan Ramadhan

Saya ambil dari situs kesukaan, semoga berguna buat anda.

Oleh Ihsan Tandjung (eramuslim.com)

Dalam rangkaian ayat Al-Qur’an mengenai puasa di bulan Ramadhan terselip suatu ayat yang secara khusus membicarakan soal berdoa. Di dalamnya Allah subhaanahu wa ta’aala perintahkan orang beriman untuk berdoa kepadaNya. Dan Allah subhaanahu wa ta’aala berjanji untuk mengabulkan doa siapapun asalkan memenuhi tiga syarat: (1) Memohon hanya kepada Allah subhaanahu wa ta’aala, bukan selainNya. (2) Memenuhi segala perintahNya dan (3) Beriman kepada Allah subhaanahu wa ta’aala sebagai Rabb yang Maha Kuasa mengabulkan permintaan dan menetapkan taqdir segalanya.


أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah ayat 186)

Bulan Ramadhan merupakan bulan di mana orang beriman mempunyai kesempatan begitu luas untuk berdoa kepada Allah subhaanahu wa ta’aala. Dan waktu-waktu mustajab (saat doa berpeluang besar dikabulkan Allah) tersebar dalam beberapa momen khusus sepanjang Ramadhan.

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak: (1) orang yang berpuasa hingga ia berbuka, (2) imam yang adil dan (3) doa orang yang dizalimi.” (HR Tirmidzi 3522)

Subhanallah…! Dalam hal berdoa orang berpuasa disetarakan dengan pemimpin yang adil dan orang terzalimi. Doa orang berpuasa mustajab. Didengar, tidak ditolak Allah subhaanahu wa ta’aala. Bahkan dikabulkan insyaAllah. Setiap orang yang faham hadits ini sangat bergembira menyambut Ramadhan. Sebab itu berarti selama 29 atau 30 hari selama ia berpuasa peluang doanya dikabulkan Allah subhaanahu wa ta’aala sangatlah luas…!

Dan terlebih lagi saat menjelang berbuka ketika menanti tibanya azan Magrib. Kita harus memanfaatkan waktu sebaiknya untuk berdoa saat itu. Maka, saudaraku, manfaatkan kesempatan emas menjelang berbuka dengan mengajukan berbagai permintaan kepada Allah ta'aala. Sebab sebagian masyarakat kita malah menghabiskan waktu dengan ngobrol tidak karuan menjelang magrib di bulan Ramadhan. Padahal coba perhatikan hadits berikut:


سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

“Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak pada saat berbuka.” (HR Ibnu Majah 1743)

Lalu apakahlafal khususNabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelang ifthor berbuka puasa? Beliau membaca sebagaimana dijelaskan dalam hadits di bawah ini:


كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ

وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Jika Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam berbuka, ia berdoa: Dhahabazh-zhoma-u wab tallatil-'uruq wa tsabbatal-ajru insyaa Allah “Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat dan semoga ganjaran didapatkan, insya Allah.” (HR Abu Dawud 2010)

Mengapa di dalam doa berbuka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam mengatakan: ”...dan semoga ganjaran didapatkan, insya Allah.”?

Karena sesungguhnya yang sangat diharapkan bukan semata kegembiraan pertama sewaktu berbuka di dunia, melainkan yang lebih diharapkan orang beriman ialah kegembiraan kedua yaitu saat bertemu Allah ta’aala di hari berbangkit kelak. Orang beriman ketika itu bergembira berjumpa Allah ta’aala karena puasanya sewaktu di dunia diterima olehNya. Demikianlah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda dalam hadits sebagai berikut:


لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

Bagi orang yang berpuasa terdapat dua kegembiraan. Kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat kelak perjumpaannya dengan Allah ta’aala karena ibadah puasanya.” (HR Bukhary 1771)

Hidup manusia di dunia adalah pergantian antara susah dan senang. Maka selama bulan Ramadhan khususnya, marilah kita membaca yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam biasa baca ketika menghadapi keadaan susah maupun menerima karunia. Untuk mengantisipasi kesusahan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam melazimkan kalimat istighfar sebagaimana hadits berikut:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa yang tetap melakukan istighfar, maka Allah subhaanahu wa ta’aala akan membebaskannya dari segala kesusahan dan melapangkannya dari setiap kesempitan serta akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak diduganya.” (HR Abu Dawud 1297)

Sedangkan ketika menerima karunia, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menganjurkan kita membaca sebagaimana hadits berikut:


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَى عَبْدٍ نِعْمَةً
فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ إِلَّا كَانَ الَّذِي أَعْطَاهُ أَفْضَلَ مِمَّا أَخَذَ

“Setiap orang yang diberi karunia Allah ta'aala lalu ia membaca ‘Alhamdulillah’, maka Allah ta’aala akan berikan yang lebih utama daripada apa yang telah ia terima.” (HR Ibnu Majah 3795)

Ya Allah, basahi lidah kami dengan mengingatMu selalu. Cerdaskan kami dalam mengajukan doa-doa kepada Engkau sesuai situasi dan kondisi kami masing-masing mengikuti teladan NabiMu Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Ya Allah, berkahilah kami di bulan Sya’ban dan Ramadhan. Amin ya rabb...

Saturday, September 13, 2008

Menghitung Zakat

Ibadah zakat merupakan kewajiban setiap muslim yang mampu. Allah menegaskan dalam Al-qur'an: "Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul, supaya kamu diberi rahmat." Surat An Nur 24:56

Zakat merupakan pilar utama untuk menegakkan keadilan sosial, seperti ditegaskan di dalam Al Qur'an: "Dan pada harta benda mereka terdapat hak orang miskin yang meminta-minta dan orang miskin yang tidak meminta-minta." Surat Az Zariyat 51:19

Disamping itu, zakat juga berfungsi untuk meningkatkan derajad ketaqwaan individu, seperti ditulis di dalam Al Qur'an: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui." Surat At Taubah 9:103

Adapun syarat-syarat umum wajib zakat:
1. Islam. Zakat hanya diwajibkan bagi orang yang beragama Islam.
2. Merdeka: hamba sahaya tidak wajib mengeluarkan zakat kecuali zakat fitrah, sedangkan tuannya wajib mengeluarkan untuknya.
3. Milik sepenuhnya. Harta yang akan dizakati harus merupakan milik sepenuhnya seorang muslim yang merdeka. Bagi harta yang merupakan hasil kerjasama dengan orang non-muslim, maka hanya harta orang muslim itu saja yang dikeluarkan zakatnya.
4. Cukup haul. Pengertiannya, harta tersebut telah dimiliki selama genap satu tahun, yakni selama 354 hari menurut penanggalan Hijrah atau 365 hari menurut penanggalan Masehi.
5. Cukup nisab.Yang dimaksud nisab adalah nilai terkecil harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Umumnya standar nisab zakat harta (maal) menggunakan harga emas saat ini, jumlahnya 85 gram. Nilai emas inilah yang menjadi ukuran nisab dari berbagai zakat harta, seperti zakat uang simpanan, zakat emas-perak, zakat saham dan obligasi, zakat perniagaan, zakat simpanan pensiun, zakat pendapatan dan profesi, dan sebagainya.

Zakat harta yang memakai standar nisab emas ini besarnya 2,5% (dua setengah persen) dari nilai harta yang akan dizakati. Sedangkan harta-harta jenis lain seperti ternak, pertanian biji-bijian, memakai cara perhitungan tersendiri. Seandainya seorang petani kecil yang menghasilkan padi/gandum melebihi nisab (nisabnya sekitar 750 kg gabah) diharuskan membayar zakat, sedangkan untuk tanaman yang tidak mengenal musim (misalnya tanaman hias), maka perhitungannya kumulatif sampai setahun. Perhitungan zakat memang dilakukan tiap-tiap habis panen dan tidak pada tutup tahun. Ini disebabkan karena produksi tanam-tanaman memang pada tiap-tiap panen, dan bukan tiap tahun. Ini berbeda dengan perdagangan, misalnya, yang masa operasionalnya ditentukan setiap satu tahun.

Cara Menghitung Zakat Pendapatan dan Profesi Berdasarkan Pendapatan Kotor Setahun

Zakat dikeluarkan dengan menghitung semua jumlah pendapatan kotor yang diterima dari semua sumber dalam jangka satu tahun. Kadar zakatnya adalah 2,5 % (dua setengah persen) dari total pendapatan kotor.

Contoh:
Jumlah pendapatan kotor dari semua sumber pendapatan selama setahun sebanyak Rp 12.000.000,- ( sama dengan Rp 1.000.000 per bulan).
Zakatnya = 2,5% X Rp 12.000.000,- = Rp 300.000 (catatan nisabnya adalah 85 gram emas X Rp 60.000 = Rp 5.100.000)

Ramadhan Bulan Taubat

Ramadhan merupakan bulan yang mengandung peluang emas untuk bertaubat kepada Allah ta’aala. Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dalam berpuasa di bulan ini, maka Allah ta’aala akan mengampuni segenap dosanya sehingga ia diumpamakan bagai berada di saat hari ia dilahirkan ibunya. Setiap bayi yang baru lahir dalam ajaran Islam dipandang sebagai suci, murni tanpa dosa.

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رَمَضَانَ
شَهْرٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ صِيَامَهُ وَإِنِّي سَنَنْتُ لِلْمُسْلِمِينَ قِيَامَهُ
فَمَنْ صَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ الذُّنُوبِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Bersabda Rasululah shollallahu ’alaih wa sallam, "Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan di mana Allah ta’aala wajibkan berpuasa dan aku sunnahkan kaum muslimin menegakkan (sholat malam). Barangsiapa berpuasa dengan iman dan dan mengharap ke-Ridhaan Allah ta’aala, maka dosanya keluar seperti hari ibunya melahirkannya." (HR Ahmad 1596)

Subhanallah…! Wahai para pemburu ampunan Allah ta’aala. Marilah kita manfaatkan kesempatan emas ini untuk bertaubat. Sebab tidak ada seorangpun di antara manusia yang bebas dari dosa dan kesalahan. Setiap hari ada saja dosa dan kesalahan yang dikerjakan, baik sadar maupun tidak. Alangkah baiknya di bulan pengampunan ini, kita semua berburu ampunan Allah ta’aala.

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ

“Wahai hamba-hambaKu! Setiap siang dan malam kalian senantiasa berbuat salah, namun Aku mengampuni semua dosa. Karena itu, mohonlah ampunanKu agar Aku mengampuni kalian.” (Hadits Qudsi Riwayat Muslim 4674)

Marilah kita ikuti contoh teladan kita, Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam. Beliau dikabarkan tidak kurang dalam sehari semalam mengucapkan kalimat istighfar seratus kali. Padahal beliau telah dijanjikan oleh Allah akan dihapuskan segenap dosanya yang lalu maupun yang akan datang. Bahkan dalam satu riwayat beliau dikabarkan dalam sekali duduk bersama majelis para sahabat beristighfar seratus kali. Masya Allah...!

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ إِنْ كُنَّا لَنَعُدُّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فِي الْمَجْلِسِ الْوَاحِدِ مِائَةَ مَرَّةٍ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

“Sesungguhnya kami benar-benar menghitung dzikir Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dalam satu kali majelis (pertemuan), beliau mengucapkan 100 kali (istighfar dalam majelis): “Ya rabbku, ampunilah aku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkaulah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (HR Abu Dawud 1295)

Ibadah puasa Ramadhan ditujukan untuk membentuk muttaqin (orang bertaqwa). Sedangkan di antara karakter orang bertaqwa ialah sibuk bersegera memburu ampunan Allah ta'aala dan surga seluas langit dan bumi.

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran ayat 133)

Dalam kitabnya “Yakinlah, Dosa Pasti Diampuni”, ‘Aidh Al-Qarni menulis mengenai pentingnya bertaubat sebagai berikut:

”Saya serukan kepada setiap insan untuk bergegas menuju pelataran Tuhan pemilik langit dan bumi. Dialah Allah ta’aala yang rahmat-Nya lebih luas dari segala sesuatu, dan pintu ampunan-Nya senantiasa terbuka dari segala penjuru. Anda semua harus tahu bahwa suara yang paling merdu adalah suara orang yang kembali kepada Allah ta’aala, orang yang membebaskan diri dari penghambaan terhadap setan serta mengarahkan semua anggota tubuhnya menuju kepada Allah ta’aala semata. Melalui risalah ini, mari kita kenali cara kembali dan bertobat kepada Allah ta’aala dari segala dosa dan maksiat.”

”Manusia hanya memiliki satu umur. Jika disia-siakan, maka dia akan rugi besar, baik di dunia maupun di akhirat. Pintu taubat selalu terbuka, anugerah Allah ta’aala selalu dicurahkan, dan kebaikan-Nya senantiasa mengalir, pagi dan siang.”

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَيِّدُ الِاسْتِغْفَارِ أَنْ تَقُولَ اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ قَالَ وَمَنْ قَالَهَا مِنْ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَمَنْ قَالَهَا مِنْ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda bahwa penghulu istighfar ialah ucapan seorang hamba: “Ya Allah, Engkaulah rabbku. Tidak ada ilah selain Engkau. Engkau telah menciptkanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku senantiasa berada dalam perjanjian dengan-Mu (bersaksi dengan tauhid) dan janji terhadap-Mu selama aku mampu. Aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu terhadapku. Aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa melainkan Engkau.” Siapa yang mengucapkannya dengan yakin di siang hari, lalu ia meninggal hari itu sebelum sore hari, maka dia termasuk penduduk surga. Dan siapa saja yang mengucapkannya dengan yakin di malam hari, lalu dia meninggal sebelum subuh, maka dia termasuk penghuni surga.” (HR Bukhary 5831)

Oleh Ihsan Tandjung (eramuslim.com)

Monday, September 8, 2008

STIS, Almamater yang semakin Dikenal .....

Selepas SMA tahun 1996, ada sedikit kebingungan dalam benak saya. Ingin rasanya melanjutkan kuliah kejenjang pendidikan Perguruan Tinggi atau Universitas dan segera menyandang gelar "anak kuliahan" alias mahasiswa. Cita-cita setinggi angkasa, ingin jadi seorang dokter yang dapat mendermakan kemampuannya untuk menolong orang lain, dan tentu saja akhirnya bisa "mentas" jadi orang. Tapi saya sadar akan kemampuan orang tua saya. Walaupun ayah saya seorang PNS tapi dengan anak yang keempat-empatnya bersekolah tentu menjadi beban yang tidak ringan. Apalgi ibu hanya seorang ibu rumahtangga biasa.
Tapi beliau tetap membesarkan hati saya dengan penghiburan dan menyemangati saya untuk terus bersekolah. Mungkin ada sedikit keyakinan dalam diri ayah saya akan keberhasilan saya suatu saat nanti, mengingat diantara saudara yang lain nilai-nilai saya di sekolah termasuk yang tidak memalukan..... :)
Akhirnya UMPTN saya ikuti dengan pilihan jurusannya sesuai keinginan dan cita-cita saya... apa coba?? .... Tapi thanks to my dearest big brother. Dia mengajak saya untuk juga mendaftar di sekolah yang katanya waktu itu begini, "....enak lho sekolah ini, kedinasan, artinya sekolah nggak bayar trus nanti lulusannya langsung kerja. Jadi pegawai negeri lho....".
Singkat cerita, disanalah akhirnya saya berada, di kampus AIS (Akademi Ilmu Statistik) Jl. Otista no 64c Jakarta TImur. Dulu emang namanya masih AIS, D3, sekolahnya kalo lancar ya cuman 3 tahun. Lulusannya langsung jadi PNS dengan pangkat golongan II/b plus 2 tahun masa kerja. Saya berada di dalam barisan Angkatan 38. Penempatan kerja pertama tahun 1999 di BPS Kotamadya Solok, Sumatera Barat.
Yah, memang Allah sudah mentakdirkan saya di sana, tidak jadi dokter walaupun UMPTN udah keterima di KEdokteran Gigi Unej. Saya mensyukurinya karena saya tidak memberatkan orangtua saya dengan uang semesteran karena di AIS/STIS bebas biaya pendidikan. Setiap bulan orangtua hanya mengirimkan biaya hidup yang tidak banyak karena Pusdiklat juga membiayai hidup kita dengan Uang Ikatan Dinas. Dan disanalah saya temukan tambatan hati saya, suami yang menemani saya selama hampir 9 tahun perkawinan kami dan diramaikan dengan kehadiran 2 orang anak yang manis. Alhamdulillah....
Berikut ini sedikit hal tentang almamater saya yang sekarang semakin dikenal masyarakat luas. Buat anda yang merasa berkemampuan lebih di pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris, silakan coba peruntungan anda di sini. Banyak juga lho teman-teman saya yang tadinya telah kuliah di PTN ternama akhirnya berpindah sekolah disini, ya karena itu tadi...

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) merupakan perguruan tinggi kedinasan program D–IV, yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sejak tahun 1958, memanggil pemuda-pemudi Indonesia lulusan sekolah menengah umum untuk dididik menjadi ahli statistik. STIS mengemban visi menjadi lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang berfungsi untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang statistika dan komputasi statistik dengan mendidik kader yang memiliki kemampuan akademik/profesional.

Dengan demikian lulusan STIS merupakan tenaga yang mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian, melakukan analisis di bidang sosial-ekonomi serta merencanakan dan mengembangkan sistem informasi.
Kurikulum dibuat sesuai dengan perkembangan ilmu ekonomi, kependudukan, sosial, dan teknologi informasi. Proses dan metode pembelajaran ditekankan pada pengembangan ketrampilan di bidang statistik dan komputasi statistik.

STIS mempunyai dua jurusan: Jurusan Statistika (Ekonomi dan Sosial-Kependudukan) dan Jurusan Komputasi Statistik. Jurusan Statistika menghasilkan tenaga ahli statistik ekonomi serta tenaga ahli statistik sosial-kependudukan, dan Jurusan Komputasi Statistik menghasilkan tenaga ahli komputasi dan sistem informasi.

Dosen pengajar berasal dari lulusan perguruan tinggi dalam dan luar negeri dengan jenjang S2 dan S3.

Lulusan STIS mendapat gelar Sarjana Sains Terapan (S.S.T.).

PERSYARATAN UMUM
  1. Sehat jasmani dan rohani (dapat dan layak untuk bekerja dan beraktivitas, baik di dalam ruangan mau pun di lapangan), tidak buta warna, dan bebas narkoba.
  2. Lulus Ujian Nasional SMA Jurusan IPA atau MA Jurusan IPA.
    1. Calon lulusan tahun 2014 dapat melakukan pendaftaran walaupun belum mengikuti Ujian Nasional atau belum ada pengumuman kelulusan. Namun pada waktu Ujian Seleksi Tahap III, harus bisa menunjukkan kelulusannya dengan salah satu dokumen berikut: (a) Ijazah, atau (b) Surat Keterangan Lulus (SKL) dari Kepala Sekolah yang dilengkapi dengan pasfoto yang bersangkutan dan cap sekolah asal, atau (c) Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) Nasional.
    2. Lulusan sebelum tahun 2014 harus bisa menunjukkan kelulusannya dengan ijazah.
  3. Nilai Matematika dan Bahasa Inggris masing-masing minimal 7,00 pada kelas XII semester I (nilai bukan hasil pembulatan dan bukan rata-rata). Untuk mata pelajaran yang terdiri dari mata pelajaran kognitif (pengetahuan) dan afektif (keterampilan), yang dilihat adalah nilai mata pelajaran kognitif. Jika tidak ada mata pelajaran tersebut pada kelas XII semester I (karena penerapan sistem SKS atau program akselerasi), yang dilihat adalah nilai pada semester sebelumnya saat mata pelajaran tersebut diselesaikan.
  4. Umur tidak lebih dari 22 tahun 
  5. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan di STIS.
  6. Tidak sedang menjalankan ikatan dinas dengan instansi lain.
  7. Bersedia mematuhi peraturan Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) yang berlaku.
  8. Bersedia menandatangani Surat Perjanjian Ikatan Dinas (SPID) bagi yang dinyatakan lulus seleksi dan akan mengikuti pendidikan di STIS.
  9. Setelah lulus, bersedia ditempatkan di unit kerja Badan Pusat Statistik (BPS) di seluruh Indonesia sampai ke tingkat kabupaten/kota.
 
Mau tau lebih banyak? Silakan buka www.stis.ac.id